Selasa, 01 Mei 2012

Djelantik: Lantik 272 Pejabat Eselon II, III dan IV serta Pejabat Fungsional di lingkup Pemkot Kotamobagu.

Foto: by Tatank
"Para Pejabat diminta untuk peka dan tanggap dalam merespon keinginan dan harapan masyarakat".
Kotamobagu-Walikota Kotamobagu Drs. H. Djelantik Mokodompit, ME Hari ini Selasa (01/5) resmi melantik 272 Pejabat Eselon II, III dan IV serta Pejabat Fungsional di lingkup Pemerintah Kota Kotamobagu (KK) yang di gelar di Gedung Serba Guna “Bobakidan” Kotamobagu. Pelantikan kali ini dihadiri oleh Anggota Forum Kooordinasi Pimpinan Daerah, Ketua DPRD KK Rustam Siahaan beserta sejumlah anggota DPRD KK dan keluarga para pejabat yang dilantik.
Acara yang diawali dengan doa oleh Ustaz Sulaeman Amba, S.Ag ini  kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda kepangkatan kepada Camat Kotamobagu Utara, Camat Kotamobagu Selatan serta dua orang Lurah masing-masing Lurah Kotamobagu dan Lurah Mongkonai Barat. Usai penyematan dilanjutkan dengan pembacaan sumpah janji dan pelantikan yang dilakukan langsung oleh walikota pimpinan rakyat KK pertama ini.
Dalam Sambutannya Djelantik kembali mengingatkan bahwa mutasi ataupun promosi jabatan bagi seorang PNS adalah hal biasa. Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan kinerja PNS dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Demikian juga kata Djelantik seorang PNS harus peka merespon apa yang menjadi keinginan masayarakat.
“Setiap PNS hendaknya peka dan tanggap dalam merespon apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat. Hal ini penting karena PNS adalah pelayan masyarakat dan bukan sebaliknya, ungkap Djelantik.
Melalui kesempatan itu juga Djelantik menyampaikan permohonan maaf, jika dalam penempatan jabatan kemungkinan ada yang belum sesuai dengan keinginan dan harapan yang bersangkutan. Namun demikian sebagai umat yang beragama hendaknya hal ini dapat diterima dan disyukuri, “Bersyukurlah atas apa yang didapatkan hari ini, sebab boleh jadi apa yang ada digenggamanmu saat ini, menjadi jalan untuk meraih apa yang menjadi harapan dan keinginan dimasa mendatang”, tutur Djelantik.
Kepada Tim Baperjakat yang telah bekerja keras beberapa bulan terakhir ini, dalam mengkaji dan merekomendasi penempatan para pejabat, termasuk Panitia Pelaksana Pengukuhan dan Pelantikan hari ini, Djelantik menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena acara ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses.(Humas/aa)

393 CPNS 2010, Resmi Beralih Status jadi PNS

Penyerahan SK PNS 100% kepada salah seorang CPNS
Walikota: "PNS harus jadi teladan ditengah masyarakat" 
 KOTAMOBAGU-Sebanyak 393 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan II dan III (lihat grafis) di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu, resmi menerima surat keputusan (SK) peralihan status menjadi PNS pada hari Selasa (1/5). Mereka adalah CPNS hasil rekrutmen tahun 2010 lalu. Penyerahan SK ini diserahkan langsung oleh Walikota Kotamobagu Drs. H. Djelantik Mokodompit, ME  di salah satu restoran ternama yang ada di Kotamobagu. Penyerahan SK ini selain dihadiri oleh sejumlah pimpinan SKPD, juga disaksikan oleh orang tua, suami/Istri PNS bersangkutan.
Walikota Djelantik Mokodompit, dalam amanatnya menyampaikan selamat atas diterimanya SK 100% yang terhitung mulai tanggal 1 April 2012. Djelantik juga meminta agar para CPNS yang saat ini telah beralih status menjadi PNS harus memiliki semangat kerja, disiplin dan loyalitas yang tinggi dalam menjalankan tugas-tugas pengabdiannya.
“Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah civil servent atau pelayan masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat, maka sudah seharusnya PNS bekerja dengan sebaik–baiknya melayani masyarakat,” ungkap Djelantik.
Ditegaskannya pula agar PNS Pemkot harus mampu menunjukan sikap dan prilaku yang baik ditengah-tengah masyarakat. “Jadilah panutan ditengah masyarakat, dan bukan sebaliknya menjadi justru menjadi sumber keresahan,’’ tegas Mokodompit.
Kepala Badan Kepegawaian Derah dan Diklat (BKDD) Drs Hi Nasrun Gilalom, ketika ditemui diselah-selah acara mengatakan penyerahan SK tersebut merupakan kewajiban pemerintah daerah. Pemberian SK tersebut, lanjutnya, telah melalui mekanisme yang ada. ‘’Sehingga mereka sudah berhak atas semua hak-hak mereka. Dari gaji hingga sejumlah tunjangan-tunjangan lainnya,’’ ujar Nasrun. Dengan diterimanya SK tersebut, PNS bisa lebih giat dalam menjalankan tugasnya. Dan lebih meningkatkan kedisiplinan. Dia juga berharap ada umpan balik dari para PNS. Setelah menerima SK 100 persen, mereka bisa menjalankan tugasnya semaksimal mungkin. "Kedisiplinan tentu menjadi tolak ukur penilaian pertama," tandasnya. (humas/aa).

Grafis Rincian CPNS 2010, yang beralih status
Berdasarkan Gol/pangkat dan Formasi
Gol III b : 6 Orang Teknis : 264 Orang
Gol III a : 148 Orang Kesehatan : 115 Orang
Gol II b : 112 Orang Guru : 14 Orang
Gol II a : 107 Orang
(Sumber : BKDD Kota Kotamobagu)


Sabtu, 28 April 2012

Apel Korpri Dirangkaikan dengan HUT Otda Ke-16, Hari Kartini Ke-133 dan Hari Malaria Sedunia

Foto: by Tatank
Walikota: "Ajak PNS tingkatkan Solidaritas dan Soliditas"

Kotamobagu- Walikota Kota Kotamobagu Drs H Djelantik Mokodompit ME menjadi Inspektur upacara dalam Apel Korpri yang dirangkaikan dengan HUT Otda yang ke-16, Hari Kartini ke-133 serta Hari Malaria Sedunia, bertempat di lapangan Kotamobagu Kamis 26/4.
Upacara yang berlangsung kidmat ini selain diikuti oleh PNS di lingkup Pemkot Kotamobagu, juga dihadiri oleh Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Dharma Wanita Persatuan serta Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Walikota Kotamobagu menitipkan tiga harapan melalui peringatan HUT otonomi tahun ini, yaitu kemandirian yang digerakkan oleh kreativitas dan inovasi daerah dalam mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya yang ada, baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam yang secara signifikan akan mendukung dan memperkokoh pembangunan nasional dalam bingkai NKRI. Kedua, katanya, menumbuhkan modal sosial dan partisipasi masyarakat yang berkomitmen, kepercayaan (trust), toleransi, kerjasama, dan solidaritas pada masyarakat. Harapan ketiga yaitu terciptanya tata hubungan antara pusat dan daerah yang lebih proporsional, harmonis dan produktif dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan bangsa. Supaya meminimalisasi terjadinya resistensi dan gejolak yang dapat mengakibatkan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat terhambat.
Sementara itu terkait dengan perayaan hari Kartini ke-133, Walikota berharap agar perayaan Hari kartini tidak hanya menjadi mitos dan simbol saja, akan tetapi harus benar-benar menyentuh aspek substansial terahadap apa yang menjadi perjuangan kartini. Walikota berharap agar perempuan-perempuan di Kotamobagu dapat meneladani sikap Kartini dengan terus berkarya dalam pembangunan daerah.
“Di Kotamobagu perempuan memiliki peranan penting dalam pemerintahan, ini menandahkan sosok teladan RA Kartini masih tetap terpatri dalam semangat Perempuan di Kotamobagu,” ujarnya.
Terkait dengan hari Malaria, dijelaskannya bahwa Malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anak balita, dan ibu hamil. Penyakit ini juga masih endemis di sebagian besar wilayah Indonesia. Untuk itu Pemerintah akan terus berkomitmen untuk memberikan perhatian besar terhadap pemberantasan penyakit ini, tutur Mokodompit.
Sebelum mengakhiri sambutannya Walikota mengajak jajarannya untuk merapatkan barisan dengan terus menjaga solidaritas dan soliditas, dalam rangka mengawal dan melaksanakan proses pembangunan yang sedang giat-giatnya dilaksanakan di kotamobagu dewasa ini, tutup Mokodompit. (Humas/aa)