Rabu, 13 April 2011

Pemkot dan Balai Besar Veteriner Maros, Lakukan Pengambilan Sampel Unggas.

HUMAS KK—Dalam rangka penganggulangan penyebaran virus flu burung yang saat ini sudah masuk ke wilayah Kota Kotamobagu, pihak Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner, Maros Sulawesi Selatan, Selasa (12/4) melaksanakan pengambilan sampel unggas diwilayah Kota Kotamobagu.
Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Darat Kotamobagu, Ir. Nurahim P. Mokogoagow, permintaan bantuan dari pihak Balai Besar Veteriner sendiri dilakukan pihaknya, mengingat selama ini identifikasi terhadap unggas yang terjangkit virus flu burung, hanya menggunakan cara Rapid test atau test cepat, dan hanya bisa dilakukan terhadap unggas yang sudah dalam keadaan mati. “Dengan adanya bantuan dari balai besar veteriner, penyebaran virus flu burung ini juga bisa di deteksi pada unggas yang masih hidup,” terang Mokoagow.
Ia juga mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan penangan penyebaran virus flu burung, termasuk nantinya pemusnahan terhadap unggas yang sudah terinfeksi virus flu burung. “Kotamobagu saat ini sudah masuk dalam status waspada flu burung, sehingga saat ini terus melakukan pengawasan terhadap penyebaran virus flu burung, termasuk nantinya akan dilakukan pembagian cairan Desinfektan diseluruh wilayah Kotamobagu,” ujarnya.
Mokoagow juga menghimbau bagi warga yang sering bersentuhan dengan unggas diminta untuk dapat menggunakan masker dan sarung tangan untuk mencegah penularan virus H5N1 kepada manusia. Demikian juga halnya bagi wilayah yang telah teridentifikasi adanya virus flu burung, diminta kesadarannya untuk segera memusnahkan unggas.
Sementara itu, salah satu petugas yang berasal dari Balai Besar Veteriner Maros, Suhardi mengatakan, kedatangan pihaknya ke Kotamobagu, adalah untuk melakukan pengambilan sampel unggas, untuk menentukan seberapa parah penyebaran virus flu burung yang ada diwilayah Kotamobagu. Kami sudah mengambil Sampel di Kelurahan Gogagoman, Upai, Biga, Kopandakan I dan Poyowa Besar I, terhadap Unggas yang mati mendadak, termasuk unggas yang masih hidup, untuk mengetahui seberapa parah penyebaran virus H5N1 di Kota Kotamobagu. Penanganan virus flu burung harus dilaksanakan dengan cepat, termasuk jika nantinya unggas yang terindentifikasi virus flu burung, harus dimusnahkan,” terangnya. (hm)

Senin, 11 April 2011

Irawan Kosumo dan Ana Fitriana, Tampil Sebagai Putra Putri Kota Kotamobagu Tahun 2011



Irawan & Ana, diapit oleh Putra Putri KK Thn 2010
Humas KK- Pemilihan Putra-Putri Kota Kotamobagu Ke III Tahun 2011 yang merupakan Program Tahunan Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kota Kotamobagu Resmi ditutup oleh Sekretaris Kotamobagu Drs. Hi. Muhamad Mokoginta Sabtu (7/4) minggu lalu. Acara yang digelar sejak tanggal 1 s/d 7 April 2011 diikuti oleh 31 orang peserta, yang terdiri dari 16 Orang Putra dan 15 Orang Putri, mengikuti seleksi selama sepekan. Seluruh Peserta di karantina di Hotel Senator Kotamobagu, dengan mengikuti beberapa materi dan ujian yang telah dipersiapkan oleh Panitia.
“Seluruh peserta wajib mengikuti kegiatan yang telah ditetapkan oleh Panitia selama sepekan. Mereka diberi berbagai macam materi, untuk memberikan pengetahuan diberbagai bidang. Selama mengikuti berbagai macam kegiatan tersebut, peserta telah dinilai oleh Panitia,”terang Leni Panimbalangon, SE selaku Ketua  Panitia yang didampingi oleh Sekretaris Panitia, Meifi Muhamad, S.Sos.
Kegiatan sepekan tersebut diakhiri dengan Pemilihan Duta-duta Wisata terbaik Kota Kotamobagu pada Malam Grand Final yang diselenggarakan di Gedung Bobakidan Kotamobagu. Ke 31 Peserta tampil satu persatu dengan berbagai macam busana dihadapan Juri dan ratusan pasang mata para pendukung dari masing-masing peserta.
Detik-detik yang menentukan akhirnya tiba juga setelah Dewan Juri mengumumkan hasil penilaiannya, Sebagai Putra Putri terbaik Tahun 2011. Untuk Putra dianugerahkan kepada Irawan Kusumo (17) dan Untuk Putri jatuh kepada Ana Fitriana (19) utusan KNPI KK. Sementara itu untuk Wakil I, Putra Moh. Fakri Bareng, AMD. Kep (22) dari Dinas Kesehatan KK dan Putri  Nabila Djindan (20) dari Fakultas Sastra Unsrat. Untuk Wakil II Putra Hendro Rego, Amd.Kep (22) dari SETDA KK dan Putri Willy A. Paputungan (17) dari SMA Negeri 2 Kotamobagu. Untuk Harapan I Putra Rizky P. Mokodompit (23) dari UDK KK dan Putri Anggela Pangemanan (17) dari Jago Foto Model. Untuk Peraih Harapan II Putra Honny Dotulong (19) dari Disubparkominfo KK dan Putri Nurwidyawati Sutami (19) dari IBA Unsrat
Sementara itu Pemegang Gelar Putra Putri untuk Gelar Persahabatan Putra atas nama Richard Monoarfa (17) dan untuk Putri Gina P. Ginoga (17), berikutnya untuk Gelar Intelegencia putra diberikan kepada Try Buana Donda (17), dan untuk Putri kepada Inka P. Mamonto (17), ketegori Gelar Berbakat Putra disandang oleh Feby S. Susilo (17), dan untuk Putri Debby Samuel (17), sementara itu Gelar Foto Genic Putra jatuh kepada Moh. Candra D.M. Talani (17), dan untuk Putri diraih oleh Friskarani Sabunge (19). Untuk Gelar Favorit Putra disandang oleh Rinaldy Mamonto (17) dan untuk Putri diraih oleh Emelia Ruru (21).
Dalam sambutannya Sekot Drs. Hi. Muhamad Mokoginta yang membacakan sambutan Walikota Kotamobagu Drs. Hi. Djelantik Mokodompit menyampaikan selamat kepada para pemenang, dan mengingatkan agar ajang ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menggali dan mendorong peningkatan prestasi Putra-Putri terbaik Kota Kotamobagu sebagai duta-duta pariwisata tahun 2011. Sebagai Duta-duta terbaik Walikota berharap agar dapat memperkenalkan potensi dan budaya Kota Kotamobagu kepada berbagai pihak dengan terus mengedepankan nilai etika sebagai orang mongondow yang sarat dengan kearifan lokal dengan selalu menjaga dan mengedepankan semangat Mototabian, Mototanoban bo mototompian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(aa)

Pemkot Himbau Warganya, Untuk Waspada Terhadap Penyebaran Virus H5N1.



HUMAS KK—Walaupun hingga saat ini belum terdapat kasus menularnya virus flu burung terhadap warga Kotamobagu, namun Pemerintah Kota Kotamobagu menghimbau warganya untuk mewaspadai penyebaran virus yang bisa mematikan itu. Hal tersebut disampaikan Sekertaris Kota Kotamobagu, Drs. Hi. Muhammad Mokoginta, Senin (11/3) hari ini, sehubungan dengan ditemukannya unggas jenis ayam yang positif terjangkit virus flu burung, disalah satu pasar diwilayah Kotamobagu pekan lalu. “Seluruh warga dihimbau untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus flu burung, sebab virus ini bisa menular pada manusia,” imbaunya.
Lebih lanjut Sekot juga meminta kepada warga yang menemukan unggas peliharannya yang mati mendadak atau dicurigai telah terjangkit virus flu burung, untuk segera melaporkannya ke pihak pemerintah setempat atau diminta untuk dibakar lalu ditimbun kedalam tanah.  Dan diminta untuk menggunakan masker dan sarung tangan, Jangan ada kontak langsung dengan unggas yang mati mendadak, agar virusnya tidak menyerang manusia, tegas Sekot.
Masih menurut Sekot, gejala flu burung pada manusia mirip dengan gejala flu pada umumnya seperti; mendadak mengalami demam tinggi dan berkelanyutan hingga 38 derajat celsius, mengalami sesak nafas, batuk, sakit kepala, terasa ngilu dipersendian lengan, kaki dan punggung dan sakit disekitar mata. Penyakit dapat berkembang dengan cepat dan menimbulkan permasalahan pada pernafasan hingga akhirnya menurunkan kondisi tubuh, perawatan yang terlambat akan mengakibatkan si sakit akan meninggal, ungkap Sekot saat memberikan pembekalan kepada jajarannya terkait ditemukannya kasus flu burung pada unggas.
Tim gabungan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara,
Dinas Pertanian Kota Kotamobagu, Dinas Pertanian Bolmong dan dibantu puluhan anggota Polisi Pamong Praja,
mendatangi secara langsung lokasi tempat berjualan ayam di pasar Serasi Kotamobagu
Ditemui ditempat terpisah, Saat mendampingi Tim Gabungan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut  dan Dinas Pertanian Bolmong di Pasar Serasi,  Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan KK Ir. Harjo Mokodompit menghimbau Warga dan para Peternak Unggas untuk segera melakukan penyemprotan Desinfektan kekandang, untuk mencegah penyebaran virus flu burung. “Kami sudah menyediakan Desinfektan secara gratis dan dapat diperoleh di Kantor Dinas Pertanian KK. "Penyemprotan desinfektan memang bisa dilakukan dengan beberapa catatan. Tapi jika telah ada indikasi unggas piaraan terkena virus H5N1 lebih baik kalau dimusnahkan dengan cara dibakar," ujar Harjo  
Ciri-ciri unggas terkena flu burung, yakni, jengger berwarna ungu, kulit perut tidak tumbuh bulu, mata dan hidung berair, bercak merah di telapak kaki dan pendarahan pada kulit kemudian mati.(hn)